Pages

Rabu, 27 Maret 2013

Tingkatan Pramuka Penegak dan Syarat Menjadi Penegak Bantara Dan Laksana



Penegak Laksana adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum kedua dalam satuan Pramuka Penegak setelah Penegak Bantara. Golongan Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Laksana dapat mengikuti SKU Pramuka Garuda.

Syarat yang Harus Dipenuhi Menjadi Penegak Laksana
Untuk mencapai tingkat Penegak Laksana, seorang Pramuka Penegak bantara harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Rajin dan aktif mengikuti pertemuan-pertemuan Ambalan sebagai Penegak Bantara.
  • Dapat memberi penjelasan tentang Dasa Darma dan Tri Satya.
  • Tahu sejarah pendidikan kepramukaan di Indonesia, dan peranannya dalam pembangunan bangsa dan negara dewasa ini.
  • Tahu tentang gerakan kepramukaan sedunia, dan tentang cita-cita persaudaraan Pramuka sedunia.
  • Mengetahui tentang Perserikatan Bangsa-bangsa dan tentang beberapa badan yang terdapat dalam organisasi itu.
  • Bersungguh-sungguh mengamalkan Pancasila.
  • Dapat dengan hafal menyanyikan lagu-lagu di muka orang banyak sedikitnya lagu-lagu yang disyaratkan untuk SKU tingkat Penggalang Rakit.
  • Tahu tentang upacara-upacara adat di daerahnya ; misalnya upacara perkawinan, khitanan, penerimaan tamu terhormat, dll.
  • Tahu cara merawat dan mengebumikan jenazah.
  • Dapat memimpin barisan Pramuka.
  • Dapat memberi pertolongan pertama pada kecelakaan.
  • Jika di tempat tinggalnya ada pesawat telepon, dapat menggunakannya secara baik.
  • Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang, dan melakukan salah satu cabang olahraga lain lagi serta tahu peraturan permainannya.
  • (a) Untuk puteri : Mengurus suatu rumah tangga selama 2 hari berturut-turut. (b) Untuk putera : Berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut.
  • Dapat menampilkan satu macam kegiatan seni budaya di hadapan pramuka-pramuka atau di hadapam penonton-penonton lain.
  • Menjalankan suatu proyek produktif di bidang pertanian, bidang industri atau di bidang lain, secara perorangan atau bersama-sama orang lain, dan dapat memperlihatkan hasil karyanya.
  • Mengadakan peninjauan di wilayah kelurahan tempat tinggalnya untuk mempelajari masalah-masalah pembangunan, membuat laporan peninjauannya, lengkap disertai kesimpulan-kesimpulan dan saran-saran.
  • Sekurang-kurangnya 2 kali pernah ikut serta kerja bakti gotong royong yang ditugaskan oleh Pembinanya, di sekolahnya, di kampungnya, di tempat ibadat, atau di tempat lain; dan pernah membantu lembaga seperti PMI, LSD, Bimas, PKK, Karang Taruna, atau lain sebagainya.
  • Dapat merencanakan, mempersiapkan, serta memimpin rapat, dan dapat membuat risalah rapat.
  • (a) Memiliki buku Tabanas, dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungan itu selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi Penegak Bantara, dan sebagian daripada uang itu diperoleh dari usahanya sendiri. (b) Untuk putera : Berjalan kaki selama 2 hari berturut-turut.
  • Setia membayar uang iuran kepada Gugusdepannya, dengan uang yang seluruhnya diperolehnya dari usahanya sendiri.
  • Pernah membantu dalam menjalankan administrasi keuangan Gugusdepannya, atau administrasi keuangan lainnya.
  • Membantu Pembina Siaga atau Pembina Penggalang dalam membina para Pramuka di Perindukan Siaga atau Pasukan Penggalang.
  • Memiliki sedikitnya satu Tanda Kecakapan Khusus.
  • Keagamaan (sesuai agama masing-masing)
  • Untuk Penegak yang beragama Islam:
    • Tahu syarat-syarat, rukun-rukun, dan yang membatalkan salat, serta melakukan salat sehari-hari.
    • Mengetahui riwayat Nabi Muhammad saw.
  • Untuk Penegak yang beragama Katolik:
    • Dapat memimpin do’a dan bernyanyi bersama.
    • Dapat menolong orang sakit secara rokhaniah (sakramen orang sakit)
    • Memahami arti kematian.
    • Tahu beberapa lagu untuk jiwa-jiwa orang meninggal.
  • Untuk Penegak yang beragama Protestan :
    • Turut serta dalam kesaksian dan pelayanan Gereja sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
    • Bersedia mengikuti pengajaran agama (Katekhesasi).
  • Untuk Penegak yang beragama Hindu:
    • Tahu arti Dhayana, Yoga, Samadhi.
    • Dapat menjelaskan istilah-istilah tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga, golongan Penggalang, dan golongan Penegak di bidang pendidikan agama Hindu.
  • Untuk Penegak yang beragama Budha :
    • Tahu arti Panca Sadha.
    • Dapat menjelaskan istilah-istilah tersebut dalam SKU untuk Pramuka golongan Siaga, golongan Penggalang, dan golongan Penegak di bidang pendidikan agama Budha.

Rabu, 20 Maret 2013

10 Hari di Bali

Okey, siapa yang tak kenal dengan Pulau Bali? Pulau dengan segala keindahan alamnya, yang sering menjadi tujuan wisatawan. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Yap, Pulau Bali memang menjadi tujuan berlibur favorit seluruh kalangan masyarakat, baik tua maupun muda.

Sudah sejak lama aku ingin sekali berlibur kesana. Terkesan seperti hanya impian belaka bagi diriku untuk sampai ke sana lagi. Pada libur semester ganjil kemarin, alhamdulillah saya berkesempatan untuk berlibur ke Pulau Bali. Alangkah senang diriku, saat ayahku bilang aku hamil 3 bulan... EHHH!!! saat ayahku bilang kalau aku diijinkan untuk pergi sendiri kesana.

Akhirnya, saya berangkat sendiri dari Jogjakarta menuju Bali. Perjalanan yang sangat melelahkan, mengingat bahwa puncak kepadatan arus terjadi saat libur sekolah seperti saat saya berangkat. Perjalanan melelahkan selama hampir 24 Jam!

Oke, saya tiba di Bali dengan mata berkaca-kaca seolah tak percaya kalau diri ini bisa sampai dan menginjakkan kaki di pulau dewa ini. Saya langsung menuju tempat penginapan saya dan langsung check in. Banyak sekali tempat wisata yang saya kunjungi, semua pantai saya kunjungi.

Dan seterusnya dan seterusnya sampai tiba pada Malam pergantian tahun. Saya melewatkan malam tahun baru di pulau dewata, sebuah sensasi yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya. Kenikmatan tiada tara dan kepuasan batin pada dalam diri saya seolah tak percaya bisa melewati momen indah di tempat yang sangat indah di muka bumi ini.

Saya akan berbagi sedikit foto-foto saya ketika di Pulau Bali :












Resep Pembuatan Sari Buah Nanas

RESEP PEMBUATAN SARI BUAH NANAS

Bahan:


Cara Membuat:
1. Blender nanas dalam air secukupnya (diambil dari yang 10 liter)
2. Setelah itu, bubur buah disaring dengan kain penyaring.
3. Tambahkan sisa air
4. Masukkan gula, citrun zuur, dan pewarna kuning
S. Rebus sampai mendidih. Sesekali boleh diaduk. Masukkan benzoat. Angkat lalu dinginkan.
6. Setelah dingin, masukkan dalam botol yang sudah direbus dan dikeringkan.

Untuk 15 liter (15 botol)